Pariwisata Bahari di Indonesia telah menyumbang 9,3% Produk Domestik Bruto (PDB), hal ini terlihat sumber pendapatan negara dari sektor wisata di Indonesia yang terus meningkat dibandingkan dengan dengan batu barat, minyak dan gas serta Crude Palm Oil (CPO) yang kian menurun karena terus di ekploitasi sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) atau yang dikenal dengan Bali Baru (New Bali) (Kemenpar, 2014). Namun setelah mengalami masa pandemi Covid 19 dan saat ini ke era Normal Baru (New Normal) akan mempengaruhi kondisi wisata bahari tersebut. Provinsi Lampung mempunyai potensi wisata bahari yang sangat besar dengan luas lautan 24.828 km2, garis pantai 1.105 km dan jumlah pulau 132 pulau dengan atraksi wisata bahari berupa terumbu karang, lamun, mangrove, penyu dan cetacean (DKP Prov Lampung, 2017).
Program studi Ilmu Kelautan, Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Univeristas Lampung mempersembahkan Marine Sciece Talk “Wisata Bahari Indonesia : Potensi, Strategi Pengembangan dan Pengelolaan di Masa Normal Baru “ yang mengkombinasikan dari sektor koordinator kebijakan dari Kemenko Maritim dan Investasi, sektor kebijakan teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan, sektor pelaku pengelolan wisata lokal dari pokdarwis lampung dan akademisi dari Universitas Lampung

